DISKUSI KESEHATAN MASYARAKAT

Memaksimalkan segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

Peran Manajemen Dalam Pengembangan Program Promkes

pada 23 April 2010

PENDAHULUAN

Kesehatan ibu dan anak merupakan indikator penting dalam penyelenggaraan pembangunan di bidang kesehatan. Dalam indikator Indonesia Sehat 2010 ditegaskan bahwa indikator derajat kesehatan masyarakat meliputi ukuran-ukuran kesakitan, kematian serta status gizi yang berkaitan langsung dengan ibu dan anak sebagai bagian dari masyarakat yang tergolong kelompok rentan. Sebagai indikator terpenting dari derajat kesehatan masyarakat, kesehatan ibu dan anak memerlukan penanganan yang sangat serius, baik dari segi teknis maupun manajemen.

Salah satu upaya untuk mencapai derajat kesehatan ibu dan anak (KIA) yang optimal dilakukan melalui kegiatan promosi kesehatan. Promosi kesehatan adalah ilmu dan seni untuk membantu masyarakat mengubah gaya hidup mereka menuju status kesehatan yang optimal. Dengan demikian, promosi kesehatan terkait dengan kesehatan ibu dan anak (KIA) tak lain ditujukan untuk membantu masyarakat baik kaum ibu maupun kelompok masyarakat lain yang berpengaruh langsung, untuk mengarahkan mereka pada perilaku dan gaya hidup yang mendukung kesehatan dirinya maupun kesehatan anak-anaknya.

Pentingnya upaya promosi kesehatan untuk mencapai derajat kesehatan ibu dan anak secara optimal berdasar pada kenyataan bahwa masalah-masalah kesehatan ibu dan anak yang muncul, umumnya diakibatkan oleh kebiasaan, gaya hidup maupun perilaku ibu, baik semasa prakonsepsi, kehamilan, kelahiran maupun semasa pengasuhan bayi dan balita. Mulai dari keyakinan ibu terkait dengan kehamilan, kebiasaan mengkonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat, konsumsi makanan yang rendah gizi, kebiasaan merokok, keengganan untuk memeriksakan diri dan atau kehamilannya, serta dukungan dari pihak keluarga (terutama suami) yang kurang dalam hal menjaga kesehatan kehamilannya. Semua hal tersebut menjadi sasaran dari upaya promosi kesehatan yang dilakukan.

Pada tingkatan yang lebih tinggi, promosi kesehatan tidak hanya ditujukan bagi peningkatan keterampilan individual dalam memelihara kesehatannya, melainkan mencakup konteks yang lebih luas dalam hal mengubah masyarakat, lingkungan, dan kondisi ekonomi, agar dampak negatif terhadap kesehatan individu dan masyarakat dapat dikurangi. Agar promosi kesehatan dapat memberikan hasil maksimal serta dapat dilakukan secara berkelanjutan, sebaiknya dilakukan melalui tahapan-tahapan yang bersifat rasional dan ilmiah, dengan menggunakan kaidah-kaidah manajemen.

LANDASAN TEORI

Pembahasan lebih lanjut mengenai peran manajemen dalam program promosi kesehatan ibu dan anak (KIA) berlandaskan pada teori-teori mengenai kedua hal tersebut. Pengetahuan berkenaan dengan teori-teori manajemen dan teori-teori yang berkenaan dengan perubahan perilaku sebagai inti dari promosi kesehatan, bertujuan untuk memandu promotor kesehatan dalam memilih dan menentukan metode yang tepat dalam melaksanakan programnya.

a.Teori Manajemen

Salah satu teori manajemen yang paling banyak digunakan dalam dunia kesehatan beberapa tahun terakhir adalah teori yang dikemukakan oleh Henry Fayol (1841-1925) dan digolongkan ke dalam classical organizational theory (teori organisasi klasik). Menurut Fayol, manajemen mempunyai 5 (lima) fungsi antara lain planning (perencanaan), organizing (pengorganisasian), commanding (memerintah), coordinating (pengkoordinasian), controlling (pengawasan).
Kelima fungsi manajemen yang dikemukakan oleh Fayol merupakan rangkaian kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pencapaian sebuah organisasi. Jika diadaptasi kedalam kegiatan, maka rangkaian fungsi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pencapaian hasil yang optimal dari kegiatan.

Selain teori diatas, sebenarnya masih banyak teori manajemen yang sering digunakan untuk membantu proses administrasi dalam melaksanakan kegiatan, seperti teori POAC dari Terry, POSDCORBE dari Gulick maupun teori kebutuhan dari Maslow. Namun demikian untuk pembahasan ini kita menganggap teori Henry Fayol dapat mewakili teori-teori tersebut, dengan menambahkan satu fungsi lagi yakni evaluation (evaluasi).

b.Teori Perubahan Perilaku

Inti dari kegiatan promosi kesehatan adalah perubahan perilaku, karena itu untuk dapat melakukan kegiatan promosi yang optimal, perlu dipahami teori-teori perubahan perilaku yang telah banyak dirintis oleh ahli-ahli perilaku. Beberapa teori perubahan perilaku tersebut, antara lain Teori Belajar (learning theory), Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief Model), Teori aksi beralasan dan Teori Perilaku Terencana (Theory of Reasoned Action and Theory of Planned Behavior) dan masih banyak lagi teori yang lain.

Dalam pembahasan ini teori yang dipilih untuk mendukung pelaksanaan program adalah teori belajar (learning theory). Teori ini menekankan bahwa mempelajari sebuah pola perilaku baru yang kompleks dapat dilakukan dengan memodifikasi bagian-bagian perilaku-perilaku yang menyusun perilaku tersebut secara keseluruhan. Prinsip modifikasi perilaku adalah bahwa sebuah perilaku baru yang kompleks dapat dipelajari dengan menguraikannya kedalam perilaku-perilaku yang lebih kecil.

ARGUMENTASI DAN PEMBAHASAN

“Health promotion is the science and art of helping people change their lifestyle to move toward a state of optimal health. Optimal health is defined as a balance of physical, emotional, social, spiritual, and intellectual health. Lifestyle change can be facilitated through a combination of efforts to enhance awareness, change behavior and create environments that support good health practices. Of the three, supportive environments will probably have the greatest impact in producing lasting change”. (American Journal of Health Promotion, 1989,3,3,5)

Dari definisi tersebut diatas dapat ditarik beberapa kata kunci yang dapat membantu pemahaman mengenai peran manajemen dalam program promosi kesehatan, khususnya promosi kesehatan ibu dan anak. Pertama, promosi kesehatan adalah ilmu dan seni. Kedua, promosi kesehatan bertujuan membantu orang mengubah gaya hidup. Ketiga, promosi kesehatan bertujuan membawa orang menuju status kesehatan yang optimal.

Perubahan gaya hidup dapat difasilitasi melalui upaya untuk menggugah kesadaran, mengubah perilaku serta menciptakan lingkungan yang mendukung perilaku sehat. Upaya fasilitasi tersebut dapat berlangsung secara efektif jika didukung oleh metode komunikasi yang tepat. Komunikasi merupakan kegiatan pokok dalam program promosi kesehatan dan pendidikan kesehatan.

Proses komunikasi, adalah proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan berupa isi ajaran yang ada dalam kurikulum dituangkan oleh guru atau sumber lain ke dalam simbol-simbol komunikasi baik simbol verbal (kata-kata lisan ataupun tertulis) maupun simbol non-verbal atau visual. Proses penuangan pesan ke dalam simbol-simbol komunikasi itu disebut encoding. Sedangkan proses penafsiran simbol-simbol komunikasi yang mengandung pesan-pesan tersebut disebut decoding. Decoding merupakan proses pengolahan informasi yang meliputi sensasi, persepsi, memori dan berpikir. Ibu dan masyarakat sekelilingnya sebagai sasaran program kesehatan ibu dan anak (KIA), sekaligus merupakan penerima pesan dalam proses komunikasi yang kita lakukan.

Dengan melakukan melakukan komunikasi yang efektif diharapkan terjadi kesadaran pada diri penerima pesan yang untuk selanjutnya menjadi awal dari perubahan perilaku. Perubahan perilaku dapat terjadi jika kita melakukan komunikasi secara tepat, dan untuk melakukannya kita harus memahami bagaimana timbulnya perilaku tersebut serta kemungkinannya untuk berubah.
Ketepatan dalam melakukan komunikasi juga ditentukan oleh kepiawaian promotor kesehatan untuk menerapkan teori-teori perubahan perilaku. Pengetahuan tentang teori perubahan perilaku akan memandu seorang promotor kesehatan memilih dan menentukan apa yang akan dilaksanakan, bagaimana melaksanakannya serta siapa sasarannya. Selain itu teori perubahan perilaku akan membantu promotor kesehatan untuk menentukan perilaku baru yang akan diajarkan serta perilaku sasaran yang akan diitervensi terlebih dahulu.

Rumitnya pelaksanaan kegiatan ini akan terbantu jika kita menggunakan dukungan manajemen yang baik. Secara umum pelaksanaan program harus dikelola sedemikian rupa, sehingga langkah-langkah pelaksanaannya lebih teratur dan lebih mudah diukur keberhasilannya. Tahapan-tahapan manajemen yang lazimnya digunakan adalah perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi (POACE).

Dalam program promosi kesehatan ibu dan anak (KIA) penerapan fungsi-fungsi manajemen dapat dilakukan untuk meningkatkan keberhasilan pencapaian tujuan atau perilaku baru yang diharapkan. Pada tahap perencanaan ditentukan perilaku apa yang diinginkan oleh promotor, bagaimana melakukannya, dimana akan dilaksanakan serta berapa besar biaya yang diperlukan. Pada tahap pengorganisasian ditentukan siapa-siapa yang akan terlibat dan sejauh mana keterlibatan mereka. Pada tahap pelaksanaan dan pengawasan, promotor kesehatan akan memberikan penilaian sementara terhadap proses yang berjalan dan segera memperbaikinya jika dianggap ada kesalahan yang dapat mengganggu optimalisasi pencapaian tujuan. Sedangkan pada tahap evaluasi promotor kesehatan serta pihak lain yang terlibat secara langsung, melakukan pengukuran seberapa besar tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai.

HAMBATAN-HAMBATAN

Masalah yang paling lazim terjadi ketika dilakukan penerapan manajemen dalam pengembangan program kesehatan ibu dan anak (KIA) adalah kemampuan dari para promotor yang terlibat untuk menerapkan fungsi-fungsi manajemen secara konsisten ke dalam keseluruhan proses. Selain itu kemampuan sasaran yang rendah dalam menangkap pesan yang dikirimkan pada proses komunikasi akan menghambat pelaksanaan program dari tahap yang satu ke tahap selanjutnya.

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH

Untuk mengantisipasi dua hambatan utama tersebut dapat dilakukan upaya-upaya sebagai berikut :

  • Galang komitmen diantara pelaksana program untuk konsisten menerapkan fungsi-fungsi manajemen namun tetap tetap menjaga fleksibilitasnya.
  • Pilih metode dan saluran komunikasi yang tepat dan dianggap dapat menjangkau sasaran secara efektif.

Bahan Bacaan :

1.________ Definitions of Health Promotion, Centers For Diseases and Prevention – CDC Home. American Journal of Health Promotion.

2.________ Behavioral Change Theories and Models, Centers For Diseases and Prevention – CDC Home, American Journal of Health Promotion.

3.Siswanto, Memahami Evolusi Teori Manajemen untuk Menjadi Manajer yang Efektif, Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, Vol.09 Hal. 168-176 Nomor 04 Desember 2006.

4.Notoatmodjo, Soekidjo dkk. Promosi Kesehatan – Teori dan Aplikasi, Rineka Cipta. Jakarta 2005

5.Wass, Andrea. Promoting Health- The Primary Health Care Approach. 2nd Ed. Elsevier Australia, 2003

About these ads

One response to “Peran Manajemen Dalam Pengembangan Program Promkes

  1. Gusria Ningsih mengatakan:

    It’s very important to use management theory in way of health promotion in order to makes our programs in health could done well.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: