DISKUSI KESEHATAN MASYARAKAT

Memaksimalkan segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

kerangka teoritis pengembangan topik program promkes

pada 23 April 2010

PENDAHULUAN

Penentuan sebuah topik untuk kemudian menjadi fokus program harus didukung oleh teori dan konsep yang dapat mengakomodir permasalahan yang ditemukan. Pentingnya landasan teori dan konsep untuk mendukung pemahaman kita terhadap masalah yang dianalisis, akan memberikan arahan agar pengambilan keputusan untuk menentukan fokus program tidak keluar dari jalur dan kaidah-kaidah ilmiah. Kaidah-kaidah ilmiah ini merupakan hasil kajian dari berbagai ahli yang sangat kompeten dalam bidangnya, sehingga tidak diragukan kemampuannya untuk mendukung pengambilan keputusan.

Ilmu kesehatan terus berkembang, dan dalam perkembangannya para ahli membuat kajian yang mengelompokkan kesehatan menjadi dua, yakni kesehatan individu dan kesehatan agregat (kumpulan individu) atau kesehatan masyarakat. Ilmu yang mempelajari masalah kesehatan individu dikenal dengan ilmu kedokteran (medicine), sedangkan ilmu yang mempelajari masalah kesehatan agregat adalah ilmu kesehatan masyarakat (public health). Pengelompokan kedua ilmu kesehatan ini ditujukan untuk memperkaya wawasan. Perbedaan keduanya dapat dengan mudah dikenali, sebagai berikut :

a.Obyek atau sasaran ilmu kedokteran adalah individual, sedangkan sasaran ilmu kesehatan masyarakat adalah publik (masyarakat).

b.Kedokteran melakukan pelayanan kuratif (penyembuhan) dan pemulihan (rehabilitatif), sedangkan kesehatan masyarakat lebih melaksanakan pelayanan pencegahan.

c.Keberhasilan pelayanan kedokteran apabila individu sembuh dan pulih kesehatannya, sedangkan keberhasilan pelayanan kesehatan masyarakat adalah meningkatnya derajat kesehatan masyarakat.

d.Indikator pelayanan kedokteran adalah bebas dari penyakit dan tidak cacat, sedangkan indikator pelayanan kesehatan masyarakat adalah menurunnya angka kesakitan dan kematian serta meningkatnya status gizi.

Kesehatan masyarakat mempunyai mempunyai dua aspek teoritis (imu atau akademik) dan praktis (aplikatif). Kedua aspek ini mempunyai masing-masing mempunyai peran dalam kesehatan masyarakat. Dari aspek teoritis, kesehatan masyarakat perlu didasari dan didukung dengan hasil-hasil penelitian. Artinya, dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan masyarakat (aplikasi) harus didasarkan pada temuan-temuan (evident based) dan hasil kajian ilmiah (penelitian). Sebaliknya kesehatan masyarakat juga harus dapat diterapkan (apllied), artinya hasil-hasil studi kesehatan masyarakat harus mempunyai manfaat bagi pengembangan program.

KERANGKA TEORITIS

Kesehatan merupakan hasil interaksi berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal terdiri dari faktor fisik dan psikis, sedangkan faktor eksternal terdiri dari berbagai faktor antara lain sosial, budaya masyarakat, lingkungan fisik, politik, ekonomi, pendidikan dan sebagainya. Secara garis besar faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan baik individu, kelompok maupun masyarakat dikelompokkan menjadi 4 (empat) faktor oleh Hendrik L. Blum 1974, yang diurut berturut-turut menurut besar pengaruhnya, sebagai berikut :

a.Lingkungan

b.Perilaku

c.Pelayanan Kesehatan

d.Keturunan (Heredity)

Keempat faktor tersebut tidak hanya mempengaruhi kesehatan secara sendiri-sendiri tapi juga dapat mempengaruhi secara simultan dimana dalam pengaruhnya terhadap kesehatan, faktor-faktor ini juga saling mempengaruhi. Karena itu, dalam memelihara kesehatan dari pengaruh keempat faktor tersebut, hendaknya intervensi diarahkan kepada keempat-empatnya.

Pada masalah kesehatan ibu dan anak (KIA) faktor yang diintervensi tidak terletak pada faktor pelayanan kesehatan dan perilaku saja. Faktor-faktor lainnya juga turut diintervensi dengan skala yang disesuaikan dengan kebutuhan. Hanya saja dalam pembahasan ini kita mengacu pada konteks promosi kesehatan yang lebih menitik beratkan pada upaya perubahan perilaku.

ARGUMENTASI PENDUKUNG

Sebagaimana yang telah diuraikan sebelumnya, bahwa fokus program yang dipilih adalah kesehatan ibu dan anak khususnya dalam hal kunjungan ibu hamil pada sarana pelayanan kesehatan (k4). Dilihat dari konsep Blum maka intervensi dilakukan terhadap faktor perilaku, karena yang diharapkan adalah adanya perilaku baru yang lebih kondusif bagi ibu hamil untuk menjaga kesehatan dirinya dan kehamilannya, memelihara kesehatan bayi dan balita serta memenuhi kecukupan gizi mereka.

Namun demikian, tidak berarti bahwa faktor-faktor lainnya diabaikan. Faktor-faktor lain juga menjadi sasaran intrvensi dengan skala yang disesuaikan dengan kebutuhan. Pelayanan kesehatan juga akan diintervensi melalui peningkatan kemampuan dan kinerja petugas serta pemenuhan kebutuhan sarana prasarana. Lingkunganpun harus diitervensi untuk menjaga kemungkinan pengaruhnya terhadap hygiene dan sanitasi masyarakat yang turut mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Untuk itu dalam melaksanakan program ini harus dilakukan kerjasama dengan pihak terkait.

HAMBATAN-HAMBATAN

Hambatan utama yang diperkirakan akan muncul adalah kekaburan terhadap sasaran yang harus diitervensi. Ketika telah ditentukan bahwa masalahnya terletak pada perilaku, maka intervensi utama yang harus dilakukan adalah perubahan perilaku. Adanya pengaruh faktor lain tidak boleh memalingkan promotor kesehatan dari isu utama. Intervensi terhadap faktor lainnya harus disesuaikan dengan skala kebutuhan serta dilakukan kerjasama dengan pelaksanaan program atau kegiatan lainnya.

PEMECAHAN MASALAH

Pemecahan masalah yang mungkin dilakukan adalah menggalang komitmen diantara para pelaksana program untuk secara bersama-sama mengamati suatu permasalahan secara komprehensif. Kerjasama ini sangat penting untuk menjaga agar program mencapai hasil yang maksimal dan juga dilaksanakan secara efisien dan efektif.

Bahan Bacaan :

1.Notoatmodjo, Soekidjo dkk. Promosi Kesehatan – Teori dan Aplikasi, Rineka Cipta. Jakarta 2005

2.________ Definitions of Health Promotion, Centers For Diseases and Prevention – CDC Home. American Journal of Health Promotion.

3.________ Behavioral Change Theories and Models, Centers For Diseases and Prevention – CDC Home, American Journal of Health Promotion.

4.Wass, Andrea. Promoting Health- The Primary Health Care Approach. 2nd Ed. Elsevier Australia, 2003

5.Green, Lawrence & Kreuter, Marshall W, Health Promotion Planning, An Educational and Environtmental Approach, Second Edition, Mayfield Publishing Company. 1991


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: