DISKUSI KESEHATAN MASYARAKAT

Memaksimalkan segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

SEJARAH ASURANSI KESEHATAN

pada 11 April 2010

Penerapan prinsip-prinsip dasar asuransi telah dilakukan oleh beberapa peradaban di dunia sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini berkembang secara terus menerus mengikuti perkembangan peradaban, seiring dengan semakin tingginya kebutuhan manusia akan rasa aman serta semakin seringnya berbagai bencana terjadi.

Menurut para ahli sejarah, sejak 1000 BC masyarakat kuno telah mengenal prinsip dasar asuransi yang salah satunya diterapkan dalam sebuah ‘hukum laut’ dimana para nelayan pada zaman itu bersepakat untuk ‘menanggung bersama’ segala hal yang diakibatkan oleh upaya-upaya untuk mendapatkan ‘manfaat bersama.’ Hukum kuno tersebut dianggap sebagai dasar yang menginspirasi penerapan prinsip-prinsip asuransi, dengan semboyan yang terkenal “a common contribution for the common good”.

Prinsip-prinsip dasar asuransi yang lebih mengarah ke ‘asuransi kesehatan’ juga telah diterapkan di kalangan masyarakat China kuno, dimana masyarakat menyerahkan sejumlah uang atau barang berharga kepada sinshe (pengobat) secara rutin tanpa menunggu sakit. Ketika salah satu anggota keluarga mereka sakit, sinshe akan mengobatinya tanpa perlu membayar lagi. Demikian pula halnya di dalam masyarakat Timur tengah zaman dulu, khususnya di kalangan pedagang yang berbisnis lintas daerah. Luasnya padang pasir memberikan resiko yang besar bagi pedagang untuk kehilangan arah. Untuk menghindari beban ekonomi yang mungkin akan diderita oleh keluarga para pedagang, mereka bersepakat untuk mengumpulkan dana yang akan digunakan sebagai santunan bagi keluarga pedagang (kafilah) yang hilang atau meninggal dalam perjalanan bisnisnya.

Pada pertengahan abad 19 selepas revolusi industri, penerapan sistim perasuransian yang lebih modern telah berkembang luas di Eropa. Pada masa itu perkembangan industri mulai menggeser kehidupan tradisional berbasis pertanian. Hal ini menimbulkan ketidakpastian dalam hal kestabilan dan kepastian pendapatan jangka panjang. Ketidakpastian ini memicu lahirnya berbagai perkumpulan masyarakat yang bertujuan ‘menanggung bersama berbagai resiko yang menimpa anggota suatu kelompok akibat pekerjaannya’. Beberapa kelompok yang terbentuk pada masa itu dikenal dengan sick club, mutual benefit funds, friendly societies, saturday funds dan lain-lain.

Konsep asuransi sosial, yang bersifat wajib karena diatur oleh pemerintah atau penguasa, mulai berkembang di eropa pada tahun 1883. Dimulai di Jerman ketika Kanselir Otto Van Bismarck mewajibkan seluruh pekerja untuk bergabung dalam ‘dana sakit’ (sickness fund; zieken fond). Negara harus menjamin agar hak para pekerja ketika mengalami sakit dapat terpenuhi, dengan cara mewajibkan mereka membayar iuran untuk dirinya sendiri. Sebagai konsekuensinya, ketika orang mengalami kegagalan mendapatkan upah akibat sakit, orang tersebut berhak mendapatkan penggantian kehilangan upah tersebut. Namun demikian, Seperti juga yang terjadi di berbagai belahan dunia, penghimpunan dana secara tradisional yang bersifat sukarela oleh friendly societies tidak bisa berkembang secara optimal.

Di Jerman, sistem asuransi wajib (asuransi sosial) dikembangkan untuk tiap kelompok kerja atau di lingkungan suatu usaha/perusahaan. Ada tiga kunci kebijakan Jerman di akhir abad ke 19 tersebut, yaitu setiap pekerja wajib mengikuti program dana sakit, dana yang terkumpul dikelola sendiri oleh kelompoknya dan sumber dana berasal dari pekerja itu sendiri, bukan dari pemerintah. Model asuransi sosial inilah yang kemudian berkembang dan menjadi dasar penyelenggaraan asuransi/jaminan social (social security) di seluruh dunia dengan berbagai variasi penyelenggaraan.

Jaminan sosial (social security) yang kini dikenal di dunia dan mencakup salah satu program asuransi kesehatan sosial dikembangkan di Amerika di tahun 1935 setelah terjadi krisis ekonomi besar (great depression) di tahun 1932. Akan tetapi pada waktu pertama kali undang-undang jaminan sosial diundangkan tahun 1935, program asuransi kesehatan belum masuk dalam sistem jaminan sosial Amerika. Program yang masuk lebih dahulu adalah jaminan hari tua dan disabilitas yang dikenal dengan OASDI (old age, survivor benefit, and disability income). Baru pada pada tahun 1965 Amerika menambahkan program jaminan kesehatan yang terdiri atas Medicare (asuransi kesehatan wajib bagi penduduk lanjut usia atau lansia, penderita cacat dan penderita gagal ginjal) dan Medicaid (program bantuan pemerintah pusat dan daerah dalam jaminan kesehatan bagi penduduk miskin). Setelah tahun 1965, program jaminan sosial Amerika dikenal dengan OASDHI (old age, survivor benefit, disability, and Health Insurance).


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: