DISKUSI KESEHATAN MASYARAKAT

Memaksimalkan segala upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat

KONSEP MANAJEMEN STRATEGIS

pada 22 Oktober 2010

A. Pengertian Organisasi, Manajemen dan Strategi

Dalam mencapai tujuan hidupnya setiap orang membutuhkan orang lain, baik sebagai rekan untuk bekerjasama maupun sebagai referensi untuk aktifitas yang dilakukannya. Pada awalnya kerjasama mungkin dilakukan dengan orang lain dalam jumlah yang terbatas. Namun Seiring dengan kemajuan dan meningkatnya volume dari pekerjaan maupun bertambahnya tujuan yang ingin dicapai, maka kerjasama yang dijalin semakin rumit, membutuhkan semakin banyak orang serta harus diatur dengan baik dan seimbang. Setiap orang yang tergabung dalam sebuah kelompok yang bekerjasama dituntut untuk menjalani perannya masing-masing, sesuai kemampuan atau latar belakang keahliannya. Masing-masing peran memiliki wewenang, tanggung jawab serta konsekuensinya masing-masing. Keadaan yang diuraikan diatas, merupakan sebagian dasar untuk mengembangkan ilmu manajemen yang pada intinya terdiri dari 3 (tiga) komponen utama, yakni manajemen itu sendiri, organisasi serta strategi pencapaian tujuan.

ORGANISASI

Beberapa definisi organisasi :

1. “…a group of people working together in a structured and coordinated fashion to achieve a set of goals.” …sekelompok orang yang bekerja sama dalam struktur dan koordinasi tertentu untuk mencapai serangkaian tujuan tertentu (Griffin, 2002)

2. Organisasi merupakan suatu sistem aktifitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih (Berdnard, 1938)

3. Organisasi adalah setiap bentuk persekutuan antara dua orang atau lebih yang bekerjasama serta secara formal dan terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan, dimana dalam ikatan tersebut terdapat seseorang atau sekelompok orang yang disebut atasan dan seseorang atau sekelompok orang yang disebut bawahan (Sondang P. Siagian)

Dari beberapa definisi tentang organisasi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa organisasi merupakan sekumpulan orang yang bekerjasama secara formal untuk mencapai tujuan bersama.

MANAJEMEN

Beberapa definisi manajemen :

1. Sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui rangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, & pengendalian orang-orang serta  sumberdaya organisasi lainnya (Nickels, McHugh & McHugh ,1997)

2.      Merupakan proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan & pengawasan terhadap upaya-upaya yang dilakukan anggota organisasi serta penggunaan segala macam sumber daya  organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yg telah ditetapkan  (Stoner,1992)

3.      Kemampuan atau keterampilan untuk memperoleh suatu hasil dalam rangka pencapaian tujuan melalui orang lain (Siagian, 2004)

4.      Manajemen merupakan serangkaian proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan dan penganggaran (Nawawi, 2003)

Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik 3 (tiga) pengertian, al (1) manajemen sebagai ilmu dan seni, (2) manajemen sebagai suatu proses, (3) manajemen sebagai suatu bentuk kolektifitas dari orang-orang yang melakukan aktifitas manajemen.

Manajemen dapat dilihat sebagai ilmu dengan asumsi bahwa pentahapannya harus melalui sistematika keilmuan serta memerlukan keahlian teknis, diagnostik dan pengambilan keputusan. Manajemen juga dapat dilihat sebagai seni karena pendekatannya dapat memanfaatkan intuisi dan perasaan berdasarkan pengalaman serta memerlukan keahlian konseptual, kreatifitas dan komunikasi interpersonal.

Manajemen sebagai proses menandakan bahwa pencapaian tujuan organisasi melalui proses pelaksanaan dan pengawasan (Ensyclopedia of The Social Science) selain itu cara pencapaian tujuan didahului dengan kegiatan orang-orang yang tergabung dalam organisasi (Terry).

Manajemen sebagai suatu kolektifitas menandakan bahwa manajemen merupakan kumpulan orang yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

STRATEGI

Menurut Webster’s Dictionary (2000: 725) :

1.       “strategy as the skillful employment and coordination of tactics”

(strategi adalah keahlian dalam melakukan suatu pekerjaan dan pengkoordinasian berbagai taktik)

2. “as artful planning and managing”

(seni merencanakan dan me-manage) .

Istilah strategi berasal dari kata Yunani yaitu: strategeia, yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jenderal. Pada zaman dahulu, konsep ini dipandang tepat menghadapi situasi perang yang berkepanjangan dalam mempertahankan wilayah kekuasaan. Pada waktu itu, seorang jenderal diperlukan untuk memimpin suatu angkatan perang untuk dapat memenangkan perang. Oleh karena itu, strategi juga dapat diartikan sebagai suatu rencana untuk memimpin suatu angkatan perang untuk mampu memenangkan perang.

Selain itu, strategi juga dapat diartikan sebagai suatu rencana dalam membagi dan mengerahkan kekuatan militer dan material pada daerah- daerah tertentu dalam mencapai tujuan tertentu. Perlu diketahui bahwa strategi militer selalu didasarkan pada pemahaman kekuatan dan pembidikan posisi lawan, karakteristik fisik dan medan perang, kekuatan dan karakter sumber daya yang tersedia, sikap orang-orang yang menempati teritorial tertentu, serta antisipasi terhadap setiap perubahan yang mungkin terjadi.

Stoner dan Freeman (1992) mendefinisikan konsep strategi berdasarkan dua perspektif yang berbeda, yakni:

1.       Dari perspektif apa yang ingin dilakukan oleh suatu organisasi (intends to do).

Strategi didefinisikan sebagai suatu program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan mengimplementasikan misinya. Strategi dalam hal ini mengandung makna bahwa manajer memainkan peran yang aktif dan secara sadar dan rasional dalam merumuskan strategi organisasi. Pandangan ini lebih banyak diterapkan dalam lingkungan yang selalu berubah.

2.      Dari perspektif apa yang akhirnya dilakukan (eventually does) oleh perusahaan.

Strategi dalam pandangan ini didefinisikan sebagai suatu pola respon organisasi terhadap lingkungannya sepanjang waktu. Dengan definisi ini, organisasi memiliki strategi, tetapi tidak pernah dirumuskan secara eksplisit. Manajer yang reaktif tepat menerapkan pandangan ini. Manajer seperti ini biasanya hanya menanggapi dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan secara pasif apabila diperlukan.

Ahli yang lain mendefinisikan strategi sebagai kerangka kerja (framework), teknik dan rencana yang bersifat spesifik (Rabin  et al, 2000). Selain itu ada juga yang mendefinisikannya dengan mengacu pada kompetensi inti, seperti yang dikemukakan oleh Hamel dan Prahalad (Umar, 2002) bahwa strategi merupakan tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) secara terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian strategi hampir selalu dimulai dari apa yang dapat atau mungkin terjadi bukan dimulai dengan apa yang terjadi. Untuk kepentingan itu perlu dilakukan analisis dan identifikasi terhadap kemungkinan adanya kompetensi inti (core competencion).

Kenapa Strategi penting?

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa dengan pertumbuhan dan perkembangan berbagai jenis perusahaan yang dilengkapi dengan pesatnya kemajuan tekonologi informasi, maka strategi merupakan kebutuhan yang fital dan sangat penting dalam menjalankan roda perusahaan menghadapi berbagai macam tantangan baik internal maupun eksternal, khususnya para pesaing padaco re bisnis yang sama.

Sejalan dengan pentingnya strategi, maka Jain (1990) mengatakan bahwa setiap organisasi membutuhkan strategi apabila menghadapi situasi berikut :

1.    Sumber daya yang dimiliki terbatas.

2.   Ada ketidakpastian (uncertainity) mengenai kekuatan daya saing organisasi.

3.      Komitmen (commitment) terhadap sumberdaya tidak dapat diubah lagi.

4.      Keputusan-keputusan (decisions) harus dikoordinasikan antar bagian sepanjang waktu.

5.      Ada ketidakpastian mengenai pengendalian inisiatif.

Sementara Porter dalam Wheelen dan Hunger (1995) mengatakan bahwa ”the reason why firms succeed or fail is perhaps the central question in strategy”. Artinya, strategi akan menentukan berhasil atau gagalnya suatu perusahaan. Oleh karena itu, mengingat perannya yang sangat menentukan, maka penentuan strategi menjadi sesuatu hal yang harus dimiliki oleh setiap perusahaan.

Namun demikian strategi perlu dibedakan dengan taktik. Dari pengertian yang paling sederhana dapat dibedakan bahwa strategi (strategy) adalah saat dimana memutuskan apa yang harus dikerjakan, sedangkan taktik (tactics) adalah saat dimana memutuskan bagaimana mengerjakan sesuatu. Ada beberapa pendapat pakar untuk membedakan strategi dengan taktik. Brucker berpendapat bahwa strategi adalah mengerjakan sesuatu yang benar (doing the right things) dan taktik adalah mengerjakan sesuatu dengan benar (doing the things right). Selain itu, Karl Van Clausewitz berpendapat bahwa strategi merupakan suatu seni menggunakan pertempuran untuk memenangkan suatu perang, sedangkan taktik merupakan seni menggunakan tentara dalam sebuah pertempuran.

Berdasar beberapa pengertian di atas, maka taktik merupakan rentetan dari pelaksana kerja atau penjabaran operasional dari strategi untuk mencapai tujuan, sedangkan strategi adalah penjabaran arah yang akan ditempuh perusahaan di masa yang akan datang.

B. Pengertian Manajemen Strategis

Manajemen Strategis (Strategic Management) didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk memformulasikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi dapat mencapai tujuannya. Manajemen Strategi berfokus pada mengintegrasikan manajemen, pemasaran, keuangan (akuntansi), produksi (operasi), litbang serta sistem informasi komputerisasi untuk mencapai keberhasilan organisasi.

Manajemen Strategis adalah sebuah proses yang dilakukan suatu organisasi untuk mempertahankan keberlangsungan kehidupan organisasi tersebut dan untuk memperoleh pencapaian tujuan organisasi dengan melakukan berbagai tahapan-tahapan berupa perencanaan strategi serta pengimplementasian berbagai strategi.

Beberapa  definisi  mengenai  manajemen  strategis  sebagaimana yang disampaikan oleh  para pakar  dalam  bukunya  antara  lain  sebagai  berikut  :

1.       Menurut  Fred  R. David  (2004)

Manajemen  strategis  didefinisikan  sebagai  ilmu  mengenai perumusan, pelaksanaan  dan  evaluasi  keputusan-keputusan  lintas  fungsi  yang memungkinkan  organisasi  mencapai  tujuannya.

2.      Menurut  Husein  Umar  (1999)

Manajemen  strategis  dapat  didefinisikan  sebagai  suatu  seni  dan  ilmu  dalam hal  pembuatan  (formulating),  penerapan  (implementing)  dan  evaluasi (evaluating)  keputusan-keputusan  strategis  antara  fungsi  yang  memungkinkan  sebuah  organisasi  mencapai  tujuannya  di  masa  datang.

3.      Menurut  Lawrence  R.  Jauch dan Wiliam  F.  Gluech  (1998)

Manajemen  Strategis  adalah  sejumlah  keputusan  dan  tindakan  yang mengarah  pada  penyusunan  suatu  strategi  atau  sejumlah  strategi  yang efektif  untuk  membantu  mencapai  sasaran  perusahaan.

4.      Menurut Toft dalam Rabin et al. (2000)

Manajemen strategis merupakan pendekatan sistematis untuk memformulasikan, mewujudkan dan memonitoring strategi.

5.      Menurut Thomson (2003)

Manajemen strategi merujuk pada proses manajerial untuk membentuk visi strategi, penyusunan objektif, penciptaan strategi, mewujudkan  dan melaksanakan strategi dan kemudian sepanjang waktu melakukan penyesuaian dan koreksi terhadap visi, obyektif strategi maupun pelaksanaannya.

6.      Menurut Sondang P. Siagian (2004)

Manajemen strategi adalah serangkaian tindakan dan keputusan mendasar  yang dibuat oleh manajemen puncak dan diimplementasikan oleh seluruh jajaran suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi tersebut.

7.      Menurut Wheelan  dan  Hunger  (1995)

Manajemen  strategis  adalah  suatu  kesatuan  rangkaian  keputusan  dan tindakan  yang  menentukan  kinerja  perusahaan  dalam  jangka  panjang. Tercakup  di  dalamnya  mengenali  dan  menganalisa  lingkungan,  memformulasi  strategi,  mengimplementasikan  strategi  dan  melakukan evaluasi  berikut  pengendalian.

Whelan and Hunger (dalam Dess et al) juga mengemukakan pengertian manajemen strategis secara lebih spesifik dalam kaitannya dengan korporasi usaha. Manajemen strategis diartikan sebagai sebuah studi untuk mempelajari bagaimana sebuah perusahaan dapat menggungguli perusahaan lainnya. Dalam konteks ini dikemukakan bagaimana bersaing secara tertib untuk menciptakan keuntungan kompetitif di pasar. Untuk melakukan persaingan tersebut sebuah korporasi usaha dituntut untuk menciptakan barang yang unik (khas) dan bernilai lebih serta sulit untuk ditiru oleh kompetitornya.

Pengertian manajemen strategis secara rinci dikemukakan oleh Mulyadi (2001) adalah suatu proses yang digunakan oleh manajer dan karyawan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi dalam penyediaan costumer value terbaik untuk mewujudkan visi organisasi. Dari definisi ini terdapat empat frasa penting yang patut mendapatkan perhatian kita, sebagai berikut :

1.       Manajemen strategi merupakan suatu proses

2.      Proses digunakan untuk merumuskan dan mengimplementasikan strategi

3.      Strategi digunakan untuk menyediakn costumer value terbaik guna mewujudkan visi organisasi

4.      Manajer dan karyawan adalah pelaku manajemen strategi.

MANAJEMEN STRATEGI SEKTOR PUBLIK

Manajemen strategis tidak hanya digunakan pada sektor swasta  tetapi juga sudah diterapkan pada sektor publik. Penerapan manajemen strategis pada kedua jenis institusi tersebut tidaklah jauh berbeda, hanya pada organisasi sektor publik tidak menekankan tujuan organisasi pada pencarian laba tetapi lebih pada pelayanan.

Menurut Anthony dan Young dalam Salusu (2003) penekanan organisasi sektor publik dapat diklasifikasikan ke dalam 7 hal yaitu:

(1)     Tidak bermotif mencari keuntungan.

(2)    Adanya pertimbangan khusus dalam pembebanan pajak.

(3)    Ada kecenderungan berorientasi semata – mata pada pelayanan.

(4)    Banyak menghadapi kendala yang besar pada tujuan dan strategi.

(5)    Kurang banyak menggantungkan diri pada kliennya untuk mendapatkan bantuan keuangan

(6)    Dominasi profesional.

(7)    Pengaruh politik biasanya memainkan peranan yang sangat penting.

Seorang ahli bernama Koteen menambahkan satu hal lagi yaitu less responsiveness bureaucracy dimana menurutnya birokrasi dalam organisasi sektor publik sangat lamban dan berbelit – belit. Sedangkan pada sektor swasta penekanan utamanya pada pencarian keuntungan atau laba dan tentunya kelangsungan hidup organisasi melalui strategi dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

C.      Berpikir Strategis

Sebelum membicarakan model manajemen strategi, penting kiranya dipahami tentang proses berpikir strategi dan pengertian strategi. Berpikir strategi sangat penting dan berguna dalam pengambilan keputusan untuk mengatasi masalah-masalah yang muncul dalam suatu perusahaan. Ada beberapa tahap dalam proses berpikir strategi, yaitu:

1.       Identifikasi Masalah (Problems Identification)

Pada tahap awal ini, kita diharapkan dapat untuk mengidentifikasikan masalah-masalah dengan cara melihat gejala- gejala yang ada.

2.      Pengelompokan Masalah (Problems Classification)

Pada tahap ini, kita diharapkan bisa mengelompokan masalah-masalah sesuai dengan sifatnya agar kemudahan pemecahannya.

3.      Proses Abstraksi (Abstraction Process)

Pada tahap ini, kita diharapkan mampu menganalisis masalah- masalah dengan mencari faktor-faktor penyebabnya. Oleh Karen aitu, kemudian kita dituntut lebih teliti untuk dapat menyusun metode pemecahannya.

4.      Penentuan Metode (Method Determination)

Pada tahap ini, kita diharapkan mampu menentukan metode yang paling tepat untuk penyelesaian masalah.

5.      Perencanaan Implementasi (Implementation Planning)

Pada tahap yang akhir ini, kita dituntut untuk bisa menerapkan metode yang telah ditetapkan.

D.     Manfaat dan Tujuan Manajemen Strategis

MANFAAT

Manajemen strategis memungkinkan suatu organisasi untuk lebih proaktif ketimbang reaktif dalam membentuk masa depan sendiri, hal itu  memungkinkan suatu organisasi untuk mengawali dan mempengaruhi aktivitas sehingga dapat mengendalikan tujuannya sendiri.

Manfaat manajemen strategis menurut David (2002) adalah sebagai berikut :

a.         Membantu oganisasi membuat strategi yang lebih baik dengan menggunakan pendekatan yang lebih sistematis, logis, rasional pada pilihan strategis.

b.        Merupakan sebuah proses bukan keputusan  atau dokumen.  Tujuan utama dari proses adalah mencapai pengertian dan komitmen dari semua manajer dan karyawan.

c.      Proses menyediakan pemberdayaan individual. Pemberdayaan adalah tindakan memperkuat pengertian karyawan mengenai efektivitas dengan mendorong dan menghargai mereka untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan dan melatih inisiatif  serta imajinasi.

d.      Mendatangkan laba

e.      Meningkatkan kesadaran ancaman eksternal

f.       Pemahaman yang lebih baik mengenai strategi pesaing

g.   Meningkatnya produktivitas karyawan

h.   Berkurangnya penolakan  terhadap perubahan

i.    Pemahaman yang lebih jelas mengenai hubungan prestasi penghargaan.

Selain manfaat yang diuraikan oleh David (2002) di atas, masih ada lagi manfaat lagi dari manajemen strategi, sebagai berikut :

▪   Aktivitas formulasi strategi akan mempertinggi kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi perusahaan.

▪   Proses manajemen strategi akan memberikan hasil keputusan terbaik dikarenakan interaksi kelompok mengumpulkan berbagai strategi yang lebih besar.

▪   Keterlibatan karyawan di dalam formulasi strategi akan dapat memperbaiki pengertian mereka atas penghargaan produktivitas di dalam setiap perencanaan strategi dan dengan demikian dapat mempertinggi motivasi kerja mereka.

▪   Penerapan manajemen strategi membuat manajemen perusahaan menjadi lebih peka terhadap ancaman yang datang dari luar perusahaan.

▪   Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi yang menggunakan konsep manajemen strategi akan lebih profitable (menguntungkan) dan lebih berhasil daripada yang tidak menerapkannya.

TUJUAN

▪   Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien.

▪   Mengevaluasi kinerja, meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi.

▪   Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal.

▪   Senantiasa meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis yang ada.

▪   Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen.

E.      Tahapan-tahapan Manajemen Strategis

Manajemen strategi merupakan sebuah proses yang terdiri dari tiga kegiatan antara lain perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Perumusan strategi terdiri dari kegiatan-kegiatan  mengembangkan misi bisnis, mengenali peluang dan ancaman eksternal perusahaan, menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan obyektif jangka panjang, menghasilkan strategi alternatif dan memilih strategi tertentu untuk dilaksanakan.

Isu perumusan strategi termasuk memutuskan bisnis apa yang akan dimasuki bisnis apa yang harus dihentikan, bagaimana mengalokasikan sumber daya, apakah memperluas operasi atau diversivikasi, apakah akan memasuki pasar internasional, apakah akan melakukan merjer atau membentuk usaha patungan, dan bagaimana menghindari pengambilalihan perusahaan pesaing. Keputusan perumusan strategis mengikat suatu organisasi pada produk, pasar, sumber daya, dan teknologi spesifik  selama periode waktu tertentu. Strategi menetapkan keunggulan bersaing jangka panjang. Apapun yang akan terjadi, keputusan strategis mempunyai konsekuensi berbagai fungsi utama dan pengaruh jangka panjang pada suatu organisasi.

Implementasi strategi menuntut perusahaan untuk menetapkan obyektif tahunan, memperlengkapi dengan kebijakan, memotivasi karyawan  dan mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang dirumuskan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi termasuk mengembangkan budaya mendukung strategi, menciptakan struktur oragnisasi yang  efektif, mengubah arah usaha pemasaran, menyiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi dan menghubungkan kompensasi karyawan dengan prestasi organisasi. Implementasi strategi sering disebut tahap tindakan manajemen strategis. Strategi implementasi berarti memobilisasi karyawan dan manajer untuk mengubah strategi yang dirumuskan menjadi tindakan.

Evaluasi strategi adalah tahap akhir  dalam manajemen strategis. Para manajer sangat perlumengetahui kapan strategi tertentu tidak berfungsi dengan baik, evaluasi strategi  berarti usaha untuk memperoleh informasi ini. Semua strategi dapat dimodifikasi  di masa depan karena faktor-faktor eksteral dan internal selalu berubah. Tiga macam aktivitas mendasar untuk mengevaluasi strategi adalah 1) meninjau faktor-faktor eksternal dan internal yang menjadi dasar strategi yang sekarang, 2) mengukur prestasi, 3) mengambil tindakan korektif.

Aktivitas perumusan strategi, implementasi dan evaluasi terjadi di tiga tingkat hirarki dalam organisasi yang besar, korporasi, divisi atau unit bisnis strategis, dan fungsional.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: